Ini Kesalahan Bisnis Terbesar dan Terakhir Saya, Anda Dilarang Ikut-ikutan - Sandiaga Uno
Kalau ada sistem dan tim yang tepat, semua bisnis bisa diselamatkan.
Sayangnya, beliau baru tahu kemudian... Kadang sistem tidak cukup kalau momentum tidak ikut berpihak.
Melalui Saratoga, Sandiaga Uno & Edwin Soeryadjaya mengakuisisi Mandala dan bekerja sama dengan Tiger Airways dari Singapura. Visinya sangat sederhana yakni ubah Mandala jadi maskapai low-cost carrier modern seperti AirAsia.
Mereka melakukan relaunch di 2012 dengan pesawat baru, tim baru dan juga strategi baru. Semua tampak menjanjikan. sampai realita bisnis menunjukkan betapa kerasnya industri penerbangan di Indonesia.
Setiap Penerbangan Adalah Pertaruhan. - Sandiaga Uno
Saat itu, rupiah melemah, harga avtur naik, dan perang tarif tidak masuk akal. Sehingga Lion, Citilink, AirAsia, semuanya melakukan bakar uang besar-besaran untuk merebut pasar.
Sementara kami baru bangkit dengan skala belum cukup besar.
Setiap kali pesawat terbang, kerugiannya malah bertambah. Saya tahu kami sedang "terbang ke badai." - Sandiaga Uno
Ini merupakan Keputusan Tersulit Dalam Hidup Seorang Sandiaga Uno karena Setelah dua tahun bertahan, mereka terpaksa menhentikan operasi, karena kerugian sudah mencapai puluhan juta dollar. dan sudah harus jujur ke diri sendiri:
Ini bukan tentang kalah uang, tapi kalah sistem dan momentum.
Kegagalan Mandala mengajarkan sesuatu yang akan diingat seumur hidup dan demi apapun, tidak akan diulangi kembali:
Bahwa bisnis besar hanya bisa berdiri di atas sistem, tata kelola, dan manajemen yang siap diuji.
Sekarang, inilah alasan kenapa setiap bisnis yang dibesarkan langsung dimasukkan ke bursa IPO. Karena kalau kita ingin bisnis tumbuh besar dan bertahan panjang, maka kita harus berpikir seperti perusahaan publik, disiplin, transparan, bisa diaudit, dan profesional.
0 Komentar